
Liverpool yang selama ini tertinggal jauh dari tim Big Four lainnya dalam hal pendapatan komersial kini tengah menggeliat untuk meningkatkan pundi-pundi mereka dari sisi tersebut.
Salah satu caranya adalah dengan menawarkan lebih banyak variasi dalam negosiasi yang tengah dilakukan dengan sponsor utama mereka Carlsberg.
Perusahaan Denmark, yang telah menjadi sponsor The Reds selama 18 tahun itu, siap mendiskusikan ide untuk membeli hak penamaan stadion baru Liverpool yang akan dibangun, sebagai bagian dari persetujuan kontrak baru mereka dengan klub tersebut.
Carlsberg yakin kalau stadion itu akan tetap dibangun meski di tengah terjadinya krisis finansial dunia, dan adanya kesulitan dalam penjadwalan hutang yang dihadapi oleh duet pemilik Tom Hicks dan George Gillett.
"Penamaan stadion itu pastinya akan menjadi bagian dalam diskusi kami, namun belum ada keputusan yang diambil saat ini."
"Stadion baru adalah sebuah langkah besar untuk maju di masa depan dan kami ingin menjadi salah satu bagiannya. Hal terbaik adalah Hicks dan Gillett sepertinya telah menyelesaikan masalah internal mereka dan mereka akan mengambil langkah selanjutnya."
"Kami perlu memahami arah mana yang akan diambil dengan rencana pembangunan stadion baru, namun kami sangat yakin kalau langkah berikutnya akan tepat karena itu akan membawa Liverpool ke tingkat berikutnya sebagai sebuah klub," ungkap Gareth Roberts yang menjabat sebagai direktur sponsorship di Carlsberg UK kepada The Independent.
Penjualan hak penamaan stadion merupakan salah satu area yang dapat mendatangkan pendapatan besar bagi klub, dan hal tersebut telah sangat populer di Amerika Serikat.
Sebagai perbandingan, harga yang dibayar oleh Emirates kepada Arsenal agar Ashburton Grove dapat dinamakan menjadi Emirates Stadium bernilai £100 juta untuk perjanjian selama 13 tahun yang termasuk kontrak bagi logo mereka di seragam The Gunners.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar